music

Free Music Online
Free Music Online

free music at divine-music.info

Kamis, 13 Maret 2014

PETE



POHON  PETE
Papan bimbingan, 4-10-2013


Sini tak critani!.

Pak Dwi punya tetangga. Sore sore dia datang kerumah sambil mengis. Disela-sela tangisnya dia mengutarakan maksud kedatanganya untuk menjual pohon pete yang umurnya sudah puluhan tahun, namun belum pernah berbuah. Lebih lanjut tetangga pak Dwi menjelaskan bahwa hasil penjualannya nanti, akan digunakan untuk biaya berobat anakny yang sedang sakit.

Rasa cinta dan empati yagn dianugerahkan Tuhan di terapkan pada sesame dengan cara membeli pohon pete yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Pak Dwi membayar sesuai dengan harga yang diminta oleh tetangga yang sedang kena musibah. Sebagai catatan pohon yang sudah dibeli belum ditebang sampai dibutuhkan nanti. Akhirnya harga dan persyaratan disetujui.

Keesokan hari di kantor pak Dwi ngobrol dengan topik pohon yang tidak mau berbuah. Dari obrolan tersebut rata-rata mereka menyarankan agar pohon tersebut dikuliti/dikerok sedikit dan jangan sampai kena kambium dan kemudian dipaku. Coba saja kata temanya yang suka pada pertanian.

Kesimpulan diskusi di kantor sudah diterapkan sebulan yang lalu dan kini tanda-tanda keberhasilan sudah nampak. Pada awalnya pohon meranggas sampai semua daun habis, setelah itu muncul tunas-tunas baru yang segar. Selang beberapa minggu pada pucuk tunas baru muncul butiran-butiran kecil yang berarti pohon telah berbunga.

Disuatu sore pak Dwi duduk dibangku depan rumah dan tersenyum membayangkan sebentar lagi akan panen pete dan tidak lagi merasa kemahalan dalam membeli pohon pete. Lamunanya pecah ketika istrinya datang dan bercerita. Pak tadi siang si penjual pohon pete datang dan bercerita bahwa dulu ia hanya menjual pohon pete saja jadi tidak menjual buahnya. Oleh karena itu nanti apabila pohon petenya berbuah maka buah menjadi miliknya, karena dulu yang dijual hanya pohonya saja.

Keesokan hari terdengar suara gergaji mesin meraung-raung memekakan telinga dan disusul benturan dahsyat antara pohon pete berdiameter 70 cm dengan tanah. “Jebredddddddd.” Disela sela kesunyian pak Dwi menemui tetangganya  dan dengan penuh kesopanan seperti layaknya satpam di kantor bank dia matur, “bapak pohon petenya sekarang saya butuhkan, mengenai buahnya mangga mang punduti piyambak”,.

Sabtu, 15 Juni 2013

Pilkades 1

Setiap malam orang berdatangan kerumah calon kepala desa. Kursi yang telah disediakan tidak dapat menampung yang datang oleh karenanya banyak yang berdiri atau mondar mandir tak keruan. Meja yang penuh dengan hidangan juga tidak dapat bertahan lama, sebentar-sebentar pramusaji datang mengambil gelas dan piring kosong dan menggantinya dengan yang baru.

Disisi lain ada seseorang yang hanya berdiri dan mengamati. Ada yang berteriak dengan keras untuk meyakinkan lawan bicaranya, adapula yang berbicara dengan berbisik-bisik penuh dengan rasa sayang dan tidak luput dari pengamatanya adalah seseorang yang rakus melahap semua jenis makanan didepanya, bahkan setiap selesai makan minum tidak lupa mengeluarkan plastik kresek untuk memungut sisa makanan.

Sore itu seseorang yang mengamati tingkah laku tamu di rumah calon kepala desa datang kerumahku dan secara kebetulan bersamaan dengan tukang bangunan yang sedang merenovasi masjid, yang kedatanganya adalah untuk berembug kebutuhan material yang akan digunakan besok hari.
Kami bertiga ngobrol tentang pilkades yang diawali dari banyaknya orang yang datang kerumah calon kepala desa.  dan yang kemudian merambah kepenilaian tujuan kedatangan mereka. Obrolan kami menjadi fokus terhadap seseorang yang rakus dan mengumpulkan sisa-sisa makanan.

Tukang bangunan memberi penilain terhadap orang rakus ini hanya memanfaatkan momen pilkades untuk makan dan minum gratis saja sedangkan pilihanya bisa lain. Akupun setuju dengan pendapatnya bahkan memberi saran agar orang itu diperingatkan dan bila perlu diusir. Pendapat kami berdua ditanggapi oleh seseorang pengamat dengan penjelasan bahwa sebenarnya orang tersebut tidak punya penghasilan dan orang tidak mau memperkerjakan dia karena sudah tua dan sibuk merawat istrinya yang sakit.

Diceritakan juga tentang keadaan orang ini bahwa setiap kali dia akan pergi kerumah calon kepala desa maka istrinya yang sedang sakit dan suka kabur itu mesti diikat kaki dan tanganya pada tempat tidur terlebih dahulu dan baru dilepas setelah dia datang serta memberi makan. Lebih lanjut diceritakan tentang kenapa istrinya suka kabur yaitu bukan karena gila tetapi karena akan pergi untuk minta makan kepada kedua orang tuanya yang sudah meninggal.

Minggu, 28 April 2013

Kamis, 31 Januari 2013

Bidang Kerja BK


BIDANG KERJA
BK 

Tugas guru bimbingan dan konseling/konselor yaitu membantu peserta didik dalam:
  1. Pengembangan kehidupan pribadi, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami, menilai bakat dan minat.
  2. Pengembangan kehidupan sosial, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial dan industrial yang harmonis, dinamis, berkeadilan dan bermartabat.
  3. Pengembangan kemampuan belajar, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar untuk mengikuti pendidikan sekolah/madrasah secara mandiri.
  4. Pengembangan karir, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi, serta memilih dan mengambil keputusan karir.
Jenis layanan adalah sebagai berikut:
  1. Layanan orientasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru, terutama lingkungan sekolah/ madrasah dan obyek-obyek yang dipelajari, untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan yang baru.
  2. Layanan informasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri, sosial, belajar, karir/jabatan, dan pendidikan lanjutan.
  3. Layanan penempatan dan penyaluran, yaitu layanan yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas, kelompok belajar, jurusan/program studi, program latihan, magang, dan kegiatan ekstra kurikuler.
  4. Layanan penguasaan konten, yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu, terutama kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam kehidupan di sekolah/madrasah, keluarga, industri dan masyarakat.
  5. Layanan konseling perorangan, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya.
  6. Layanan bimbingan kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan hubungan sosial, kegiatan belajar, karir/jabatan, dan pengambilan keputusan, serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok.
  7. Layanan konseling kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok.
  8. Layanan konsultasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan, pemahaman, dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik
  9. Layanan mediasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antar mereka.
Kegiatan-kegiatan tersebut didukung oleh:
  1. Aplikasi instrumentasi, yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri peserta didik dan lingkungannya, melalui aplikasi berbagai instrumen, baik tes maupun nontes.
  2. Himpunan data, yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan peserta didik, yang diselenggarakan secara berkelanjutan, sistematis, komprehensif, terpadu dan bersifat rahasia.
  3. Konferensi kasus, yaitu kegiatan membahas permasalahan peserta didik dalam pertemuan khusus yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan data, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik, yang bersifat terbatas dan tertutup.
  4. Kunjungan rumah, yaitu kegiatan memperoleh data, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik melalui pertemuan dengan orang tua atau keluarganya.
  5. Tampilan kepustakaan, yaitu kegiatan menyediakan berbagai bahan pustaka yang dapat digunakan peserta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan sosial, kegiatan belajar, dan karir/jabatan.
  6. Alih tangan kasus, yaitu kegiatan untuk memindahkan penanganan masalah peserta didik ke pihak lain sesuai keahlian dan kewenangannya.
Beban Kerja Minimum Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor
Beban kerja guru bimbingan dan konseling/konselor adalah mengampu bimbingan dan konseling paling sedikit 150 (seratus lima puluh) peserta didik dan paling banyak 250 (dua ratus lima puluh) peserta didik per tahun pada satu atau lebih satuan pendidikan yang dilaksanakan dalam bentuk layanan tatap muka terjadwal di kelas untuk layanan klasikal dan/atau di luar kelas untuk layanan perorangan atau kelompok bagi yang dianggap perlu dan yang memerlukan. Sedangkan beban kerja guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah membimbing 40 (empat puluh) peserta didik dan guru yang diberi tugas tambahan sebagai wakil kepala sekolah/madrasah membimbing 80 (delapan puluh) peserta

Rabu, 30 Januari 2013

Tugas Guru BK


Rincian kegiatan Guru  Bimbingan dan Konseling sebagai  berikut:
  1. menyusun kurikulum bimbingan dan konseling;
  2. menyusun silabus bimbingan dan konseling;
  3. menyusun satuan layanan bimbingan dan konseling;
  4. melaksanakan bimbingan dan konseling per semester;
  5. menyusun alat ukur/lembar kerja program bimbingan dan konseling;
  6. mengevaluasi proses dan hasil bimbingan dan konseling;
  7. menganalisis hasil bimbingan dan konseling;
  8. melaksanakan pembelajaran/perbaikan tindak lanjut bimbingan dan konseling dengan memanfaatkan hasil evaluasi;
  9. menjadi pengawas penilaian dan evaluasi terhadap proses dan hasil belajar tingkat sekolah dan nasional;
  10. membimbing guru pemula dalam program induksi;
  11. membimbing siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler proses pembelajaran;
  12. melaksanakan pengembangan diri;
  13. melaksanakan publikasi ilmiah; dan
  14. membuat karya inovatif.